Minggu, 04 Februari 2018

Kenali perilaku bullying

Bullying adalah perilaku mengintimidasi seseorang dengan pola yang sama dan dilakukan secara berulang secara disadari atau tidak. Ada beberapa hal yang harus kita kenali terhadap perilaku bullying di tempat kerja kita, jangan sampai ternyata kita sendiri lah pelaku bullying itu, dan perilaku ini sangat dapat menciptakan iklim kerja yang tidak sehat, yang berujung karyawan menjadi resign. Bullying terjadi diantara para senior dan junior, tetapi tidak menutup kemungkinan antara sesama rekan kerja.
  1. Penindasan terbuka
Bullying ini dilakukan secara terang-terangan secara verbal, dengan tujuan merendahkan seseorang didepan umum, bisa juga dilakukan melalui dunia maya. Khas dari jenis bullying ini adalah ucapan kasar, merendahkan, memanggil dengan sebutan yang tidak pantas seperti sebutan ras atau sebutan binatang. Penindasan juga dilakukan dengan kekerasan fisik, jenis ini khas bullying di sekolah. 

Akibat dari bullying ini membuat korban sakit hati, apalagi tidak ada pembelaan dari kelompok rekan, saksi mata dari perilaku bullying biasanya hanya turut menyaksikan saja. Apabila korban tidak kuat maka sangat mudah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Korban bisa saja orang yang benar- benar belum mampu menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya atau sebaliknya, korban adalah orang yang istimewa dan respon sebagai saingan.

    2. Bullying tertutup

Bullying jenis tertutup dilakukan dengan cara sabotase pekerjaan, memberikan tugas yang tidak adil, membedakan perlakuan diantara rekan kerja, membuat rumor buruk diantara teman sekitar sehingga menimbulkan opini publik buruk, mungkin pelaku bullyin tampak baik didepan korban, namun dibelakang korban yang benar-benar berbeda. Korban merasa tidak nyaman dengan suasana atau rumor yang masuk, menjadi tersisih dari komunitas dan tertekan lama-lama bisa jadi keluar dari pekerjaan.

Jadi, apakah kita selama ini adalah saksi atau bagian dari bullying? Kembali ke masing-masing individu. Dan yang sedang atau pernah mengalami perilaku ini, harus memiliki. Saya jadi ingat pepatah jawa
"nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake"
Artinya berani kebenaran kebenaran tidak ada sekutu, menang tanpa menyakiti atau menjatuhkan.
"Digdaya tanpo aji
   Kuat karena sumber daya bukan kekuatan fisik

Jadi dalam mengarungi kehidupan di masa lampau kita menemukan berbagai rintangan sebagai ujian dari sang pencipta, segala yang kita lakukan dengan baik mendapat pahala baik dan keberkahan hidup, Agak segala yang kita lakukan buruk akan ada masa pertanggungjawabannya. Untuk mengetahui apakah kita menjadi manusia yang layak berpredikat dengan derajat yang paling tinggi diantara makhluk ciptaan Allah SWT, pilihan ada di tangan kita untuk menjadi pantas.

Semoga bermanfaat ...




Tidak ada komentar: